Hari ini Jumat 24 Mei 2013, kebetulan masih di Jakarta di sekitar JCC – Senayan. Siang tadi saya sempat mengambil satu foto di bawah flyover di dekat Senayan, entah apa namanya, yang kemarin petang saya lihat ada “semacam” tibanan berwarna hitam di tembok-temboknya. Rasanya tibanan itu membentuk figur-figur orang. “Pasti itu karya DS 13 yang baru-baru ini dibuat di ibukota” pikir saya. Kamis malam (23 Mei 2013) saya membuka media sosial, sekedar untuk memastikan saja bahwa figur-figur itu adalah gambar street art yang akhir-akhir ini ditautkan di akun media sosial milik saya. BENAR.
Saya tidak bisa mengkatogerikan ini street art jenis apa, atau karya jenis apa tetapi nyata karya-karya “blok-blokan” ini ada banyak sekali siang ini saya lihat di Ibukota Jakarta, paling tidak di sepanjang jalan depan Senayan, sekitar gedung MPR/DPR. Entahlah, apakah ini benar kebijakan di jalan tentang estetika mural dan graffiti yang dibuat oleh Gubernur Jokowi atau mari bertanya kepada Dewan KEsenian Jakarta (entah ada atau tidak, saya tidak tahu) atau mari bertanya kepada Patung Soedirman. Bukannya karya “blok-blokan” itu malah mengotori dan tidak ada esensi estetika sama sekali untuk Ibukota Jakarta.
Semoga ada tindakan dari Dewan Kesenian Jakarta (kalau ada) atau para seniman tentang kebijakan Gubernur Jokowi tentang street art, mural, graffiti di Ibukota Jakarta.
===
JCC, 24 Mei 2013
RG for Urbancult.net
Read More































