Archive
Stensil

GUERILLAS adalah salah satu pelaku street art yang banyak menggunakan teknik stencil dalam menuangkan karyanya. Kali ini dengan visual perempuan dalam kungkungan kawat berduri. Mungkin GUERILLAS mau menyampaikan bahwa masih ada perbudakan yang digambarkan dengan sosok perempuan dalam kungkungan kawat berduri, masih ada diskriminasi terhadap perempuan dalam berbagai bidang, masih ada kesenjangan pada kaum perempuan di masyarakat atau memang mau menggambarkan bahwa kaum perempuan tidak bisa bergerak selama dalam kungkungan “kawat berduri”.

Read More

“Berharap agar keterpotongan sejarah tidak lagi menjadi tabiat logika generasi yang hidup dan dihidupi oleh ketertindasan petani. Terimakasih untukmu Petani” DS.13.”

Dalam catatannya mengenai karya ini, seperti yang tertulis di atas, DS 13 menyiratkan secara tidak langsung bahwa karyanya mewakili sosok petani dan generasi masa kini. Mungkin sosok perempuan tua bercaping adalah mewakili petani dan sosok perempuan kecil disampingnya adalah generasi muda sekarang. Mereka saling berjabat tangan, seperti mau berkenalan atau ingin mengerti dan memahami satu sama lain.

Hal ini mengingatkan saya ketika beberapa tahun lalu ketika berkunjung di pertanian teman saya di daerah Turi, Sleman, Jogjakarta. Waktu itu bersamaan dengan kunjungan satu kelas Sekolah Dasar dari Kota Jogjakarta. Guru kelas memang sengaja membawa dan mengenalkan murid-muridnya dengan pertanian dan petaninya. Tidak cukup mengherankan ketika ada banyak murid SD yang kebetulan dari wilayah kota tidak tahu bahwa asal muasal nasi yang mereka makan adalah dari beras. Dan banyak diantara mereka yang baru benar-benar tahu bahwa beras itu berasal dari tanaman padi yang ditanam di sawah (selama ini mereka hanya tahu dari gambar buku, informasi dari guru atau dari televisi dan TIDAK TAHU bagaimana wujud mereka yang sebenarnya). Mereka juga pasti tidak tahu bahwa tanaman padi menghasilkan bulir-bulir padi dan harus dipanen dulu sebelum digiling menjadi beras yang siap dimasak. Ada “gabah”, beras dan nasi.

Saya tidak tahu, ini kesalahan sistem pendidikan, sistem sosial atau bangsa ini mengalami kemunduran dalam banyak hal. Namun yang pasti ini apa yang dicatatkan DS 13 atas karyanya ini adalah satu bentuk pertanggunjawaban dan pesan atas karyanya.

RG for Urbancult.net

Kutipan DS 13 diambil dariĀ http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10201368176465189&set=a.10201276649097062.1073741826.1197191383&type=1&relevant_count=1

Read More

Belajar menggunakan pikiran dengan positif , bukan merasa menjadi tuhan atau pun nabi . kita manusia biasa yang suka makan nasi . #msby #stencilart #streetart #2013

Read More

Read More

Read More

Manusia Belanja.

Rasanya benar sekali bahwa sekarang ini kita begitu “dimanja” oleh kemudahan untuk berbelanja dan menggunakan uang yang kita punyai. Konsumerisme & Hedonisme melekat tanpa kita sadari dalam diri kita masing-masing. Membuat terlena, membuat kita manja dan akhirya tergantung pada arusnya dan lupa akan kemandirian dan kemampuan sendiri. Arus itu mengglobal dan menggilas yang tidak bisa tahan diri.

Siapa beruntung siapa buntung?

Read More

antara ada dan tiada sama dengan samar-samar dan nggak jelas

Read More

whattobedonestreetproject.blogspot.com

asyiiiiiik aku mancing dapat babi….

Read More

Entah awalnya dari mana, dari siapa, sejak kapan, sehingga binatang tikus dipakai sebagai simbol korupsi. Mungkin karena tikus suka mengambil makanan kita (yang dianggap mencuri, padahal bagi tikus itu tidak mencuri tapi yah naluri saja ambil makanan karena ada makanan).

Nah kalau manusia berkepala tikus mungkin pas sekali yah dan secara imajinatif pasti “masuk” untuk menjadi simbol korupsi. Manusia yang suka “mencuri” yang bukan menjadi haknya layaknya sosok berbadan manusia tetapi berkepala tikus.

Nah kalau manusia pakai jas, bawa koper berisi uang dan berkepala tikus… pasti analogi yang lebih menjurus lagi – pejabat yang korupsi.

(rg – untuk urbancult.net)

Read More

 

Read More