Archive
Tag "TMT Indonesia"

 

MATA at Street Art Prodo – TMT Indonesia – Jembatan Kaliabu, Banyuraden – Gamping Sleman Yogya
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.
(Dari Wikipedia bahasa Indonesia – ensiklopedia bebas)

TMT Indonesia Street Art Room & Exhibition pada tanggal 3 Februari 2013 mengelola Street Art Prodo “Brotherhood Brotherwood” sebagai rangkain pameran di base TMT Indonesia Jl. Suryanegaran No. 4. Street Art Prodo “Brotherhood Bortherwood” dilaksanakan di Jembatan Kaliabu, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman, Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh banyak pegiat street art dari berbagai kota seperti Tangerang, Bandung, Wonosobo, Klathen, Yogya dll.

Read More

TMT Indonesia Street Art Room & Exhibition pada tanggal 3 Februari 2013 mengelola Street Art Prodo “Brotherhood Brotherwood” sebagai rangkain pameran di base TMT Indonesia Jl. Suryanegaran No. 4. Street Art Prodo “Brotherhood Bortherwood” dilaksanakan di Jembatan Kaliabu, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman, Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh banyak pegiat street art dari berbagai kota seperti Tangerang, Bandung, Wonosobo, Klathen, Yogya dll.

Read More

TMT Indonesia Street Art Room & Exhibition pada tanggal 3 Februari 2013 mengelola Street Art Prodo “Brotherhood Brotherwood” sebagai rangkain pameran di base TMT Indonesia Jl. Suryanegaran No. 4. Street Art Prodo “Brotherhood Bortherwood” dilaksanakan di Jembatan Kaliabu, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman, Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh banyak pegiat street art dari berbagai kota seperti Tangerang, Bandung, Wonosobo, Klathen, Yogya dll.

Read More

TMT Indonesia Street Art Room & Exhibition pada tanggal 3 Februari 2013 mengelola Street Art Prodo “Brotherhood Brotherwood” sebagai rangkain pameran di base TMT Indonesia Jl. Suryanegaran No. 4. Street Art Prodo “Brotherhood Bortherwood” dilaksanakan di Jembatan Kaliabu, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman, Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh banyak pegiat street art dari berbagai kota seperti Tangerang, Bandung, Wonosobo, Klathen, Yogya dll.

Read More

TMT Indonesia Street Art Room & Exhibition pada tanggal 3 Februari 2013 mengelola Street Art Prodo “Brotherhood Brotherwood” sebagai rangkain pameran di base TMT Indonesia Jl. Suryanegaran No. 4. Street Art Prodo “Brotherhood Bortherwood” dilaksanakan di Jembatan Kaliabu, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman, Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh banyak pegiat street art dari berbagai kota seperti Tangerang, Bandung, Wonosobo, Klathen, Yogya dll.

Read More

TMT Indonesia Street Art Room & Exhibition pada tanggal 3 Februari 2013 mengelola Street Art Prodo “Brotherhood Brotherwood” sebagai rangkain pameran di base TMT Indonesia Jl. Suryanegaran No. 4. Street Art Prodo “Brotherhood Bortherwood” dilaksanakan di Jembatan Kaliabu, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman, Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh banyak pegiat street art dari berbagai kota seperti Tangerang, Bandung, Wonosobo, Klathen, Yogya dll.

Read More

TMT Indonesia Street Art Room & Exhibition pada tanggal 3 Februari 2013 mengelola Street Art Prodo “Brotherhood Brotherwood” sebagai rangkain pameran di base TMT Indonesia Jl. Suryanegaran No. 4. Street Art Prodo “Brotherhood Bortherwood” dilaksanakan di Jembatan Kaliabu, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman, Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh banyak pegiat street art dari berbagai kota seperti Tangerang, Bandung, Wonosobo, Klathen, Yogya dll.

Read More

TMT Indonesia Street Art Room & Exhibition pada tanggal 3 Februari 2013 mengelola Street Art Prodo “Brotherhood Brotherwood” sebagai rangkain pameran di base TMT Indonesia Jl. Suryanegaran No. 4. Street Art Prodo “Brotherhood Bortherwood” dilaksanakan di Jembatan Kaliabu, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman, Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh banyak pegiat street art dari berbagai kota seperti Tangerang, Bandung, Wonosobo, Klathen, Yogya dll.

Pada Februari 2013 hari ke-3 di Jembatan Kaliabu, Ringroad Barat – Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta ada satu moment street art yang disebut “prodo” yang dikelola oleh TMT Indonesia Street Art Room sebuah alternative space mandiri dari Yogyakarta. Sebagai masyarakat awam saya bertanya-tanya, “apa sih street art prodo itu?”. Ketika saya coba bertanya pada salah satu pengelola acara tersebut saya dapat sedikit pencerahan bahwa prodo adalah “nggambar bersama”. Dengan sedikit “kemudengan” itu saya coba cari-cari informasi lagi. Dari berbagai sumber informasi akhirnya saya simpulkan untuk diri saya sendiri bahwa prodo dalam street art berarti pembuatan karya street art (live performance/exhibition) dengan cara dan teknik masing-masing pada satu media tembok yang sama, memanjang dan dilakukan bersamaan oleh banyak pegiat street art. Entahlah ini definisi yang benar atau tidak (saya gak peduli) tapi toh setiap masyarakat awam baik mereka yang suka dengan street art ataupun tidak sama sekali juga punya hak untuk mengartikan dan menilai karya street art di jalanan, yang terbuka dan bebas. Kebetulan saja saya warga awam yang suka karya street art dan bukan salah saya juga kalau kemudian saya menjadi kecanduan dengan karya-karya di jalanan dan suka iseng nyari-nyari tahu arti istilah-istilah dalam dunia street art yang aneh-aneh itu.

Read More

Pada Februari 2013 hari ke-3 di Jembatan Kaliabu, Ringroad Barat – Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta ada satu moment street art yang disebut “prodo” yang dikelola oleh TMT Indonesia Street Art Room sebuah alternative space mandiri dari Yogyakarta. Sebagai masyarakat awam saya bertanya-tanya, “apa sih street art prodo itu?”. Ketika saya coba bertanya pada salah satu pengelola acara tersebut saya dapat sedikit pencerahan bahwa prodo adalah “nggambar bersama”. Dengan sedikit “kemudengan” itu saya coba cari-cari informasi lagi. Dari berbagai sumber informasi akhirnya saya simpulkan untuk diri saya sendiri bahwa prodo dalam street art berarti pembuatan karya street art (live performance/exhibition) dengan cara dan teknik masing-masing pada satu media tembok yang sama, memanjang dan dilakukan bersamaan oleh banyak pegiat street art. Entahlah ini definisi yang benar atau tidak (saya gak peduli) tapi toh setiap masyarakat awam baik mereka yang suka dengan street art ataupun tidak sama sekali juga punya hak untuk mengartikan dan menilai karya street art di jalanan, yang terbuka dan bebas. Kebetulan saja saya warga awam yang suka karya street art dan bukan salah saya juga kalau kemudian saya menjadi kecanduan dengan karya-karya di jalanan dan suka iseng nyari-nyari tahu arti istilah-istilah dalam dunia street art yang aneh-aneh itu.

Read More